Wednesday, May 5, 2010

PB Fics Story:The Dispute "Chapter XXIV.. Cause Were Friends ! "

0 comment (s)
 
Karena.. kita adalah teman.. " balas Shaza singkat.
Mendengar hal itu Lenneth mengambil langkah mundur selangkah, tatapan matanya seolah kosong, dan tak percaya dia mendengar perkataan itu sekali lagi..

*Flash Back ke Masa Lalu Lenneth ->

"Na..na..na..na.. leeennaa sayaang ayaaahh.. " ucap perempuan mungil berambut pirang panjang yang mengenakan baju panjang sampai lutut berwarna pink, tangan kirinya memeluk erat boneka teddy bear berwarna coklat , sedangkan tangan kanannya memegang jari telunjuk seorang pria dewasa berambut coklat mengenakan jas lengkap dengan celana dan dasi yang berwarna coklat muda. Sepatu hitam menemani sosok pria itu.

" Ayah juga sayang Lenna ! " balas pria itu sambil berlutut dan menyamakan tingginya dengan Lenna, tak lama kemudian bocah itu tersenyum dan memeluk tubuh ayah yang ada di depannya itu, boneka teddy bear masih di tangan kiri dan sekarang menempel di punggung pria itu.
"Ayah janji yaaah, ga akan ninggalin lennaa? " kata Lenna yang masih memeluk tubuh ayah nya.
" Iya.. ayah janji ! setiap ulang tahun mu ayah selalu datang kan? Lagipula ayah sudah meninggalkan tempat kerja ayah ! jadi ayah bisa menemani lenna setiap hari ! " ucap pria itu sembari berdiri dan menggendong putri semata wayang nya itu.

1 minggu kemudian..
..

Di malam hari, depan teras pintu utama, di rumah yang cukup megah, terlihat seorang perempuan kecil mengamuk-ngamuk sambil memegangi kaki pria dewasa yang berpakaian baju Kevlar penuh dan sesuatu yang panjang di punggungnya , mata anak kecil itu sudah di penuhi butiran air mata, pipinya di basahi oleh air mata dan lendir yang keluar dari hidung. Pelayan tua berambut putih dan berkumis putih berdiri tepat di belakang Lenna.
" HUWAAAAAAAAAAAAA AYAH JAHAAAAT " teriak perempuan kecil itu sambil terus memegangi kaki ayahnya yang sedang berusaha untuk memasuki bus biru bertuliskan CT-FORCE , dari luar sudah terlihat beberapa perwira melihat ke arah perempuan yang menangis dan meronta-ronta itu.
" Sst.. Lenna.. ayah mendapat tugas.. " ucap ayah Lenna sambil memegangi Lenna yang meronta kesana kesini, perempuan itu akhirnya diam tapi masih kondisi menangis.
" Ta tapi ayah janji yaa.. akan datang di ulang tahun lenna hari minggu nantiii? " ucap Lenna yang diiringi isakan tangisnya.
" Iya ! Ayah janji ! nanti akan ayah bawakan beruang teddy bear yang lebih besaaar dari punyamu ! " ucap ayah lenna sembari mencium kening Lenna.
Lenna tersenyum setelah mendapat ciuman hangat di keningnya, ia berlari ke dalam lalu berteriak " Ayah ! Tunggu sebentar ! " .
Ayah Lenna heran melihat tingkah laku anaknya itu, tak lama kemudian Lenna muncul dari balik pintu sambil berlari-lari dan membawa boneka teddy bear kecilnya itu, namun Lenna terpeleset dan jatuh di depan ayahnya, suaranya agak keras.. pasti sakit.
" yah, nangis deh " gumam Ayah Lenna sambil berupaya untuk mengangkat Lenna, tapi saat tangannya ada di depan muka Lenna, bocah itu berdiri tiba-tiba sambil tersenyum gembira dan menyodorkan bonekanya. Butiran airmata terlihat di kelopak mata Lenna.. tapi ia tak menangis.. Ayahnya sempat kaget melihat lenna tidak menangis..
" Ayah.. janji ya.. ayah akan pulang dan membawa lagi boneka yang kutitipkan pada ayah ini?? "
" Iya.. ayah janji ! " balas pria itu , lalu ia mendekat ke arah Lenna dan mengambil boneka beruang itu. Setelah itu dia berlari ke bus biru yang dari tadi sudah membunyikan klaksonnya.
"Ferguson, aku titip anakku ini ! " ucap ayah Lenna kea rah pelayan tua yang dari tadi menunggu di depan pintu.
" AYAHH ! " Teriak Lenna sekali lagi, Lenna kemudian berlari ke Ayahnya yang sudah di depan pagar rumah nya itu.
" Janji Kelingking ! " ucap Lenna yang sekarang sudah di depan ayahnya dan menyodorkan kelingking tangannya.
" Janji Kelingking ! " balas ayah lenna sambil mengikat kelingkingnya dengan kelingking Lenna, lalu ia kembali mencium lenna dan berbisik " Ayah.. Sayang Lenna.. " .
Ayah Lenna pun berlari dan menaiki bus biru itu. Disana teman-temannya mengejek " hei, dapat boneka? Lucu sekali.. hahaha " tapi pria itu tak mempedulikan ejekan temannya itu, ia segera duduk dan mencari tempat yang dekat dengan jendela dan mengarah ke rumahnya itu.
Buru ia duduk , benda putih yang ada di dasi kupu-kupu teddy bear pemberian anaknya mengalihkan perhatiannya.. ia mengambil benda itu.. rupanya kertas.. ia membalik kertas itu.

" Lenna Sayang Ayah.. Sekarang, Selalu dan Selama-lamanyaa " begitu tulisan kertas yang diambil olehnya, gambar 1 orang pria dewasa yang menggandeng 1 orang perempuan kecil juga ada di kertas itu.

Mata ayah Lenna berkaca-kaca.. tak sadar.. air mata sudah mengalir di pipinya.. semakin dashyat air mata itu mengalir ketika melihat anaknya yang walaupun jauh tapi terlihat di pipi anaknya juga terlihat bekas aliran air mata.. anak semata wayang itu melambai-lambaikan tangan sambil tersenyum..
John alias Ayah Lenna pun menangis dengan volume yang cukup kencang, seisi bus itu diam dan mengerti kenapa dia menangis.. teman sebangkunya menepuk pundak John..
Bus itu pun berjalan dan meninggalkan Lenna sendirian dengan pengasuhnya di rumah megah itu..
" Ayah.. cepat pulang.. " ucap Lenna.

3 Hari sudah berlalu, tepat di hari ulang tahun Lenna..

Terlihat Lenna sedang asik menyusun hiasan pita di sepanjang ruang makannya, Ferguson, Pengasuhnya diminta Lenna untuk tidak membantunya.. ia hanya melihat anak majikannya mondar-mandir memberi hiasan diruangan itu.. di mulai dari pita yang di pasang di atas.. dengan motif bergelombang.. dan balon warna-warni yang ada di titik pertemuan pita itu.
" yak ! selesai ! " ucap Lenna dengan tangan menepuk tangan lainnya.
" Kakek ferguson.. ambilkan kue ulang tahunku dan lilinnya yaa! " ucap Lenna sembari mengelap keringaat yang ada di dahinya.
" Baik nona.. " balas pelayan tua itu..
Tak lama kemudian.. Ferguson datang sambil membawa sekotak kue berwarna coklat yang tidak terlalu besar, di atasnya terdapat lilin kue ulang tahun berangka " 6, Lenna pun segera mengambil kotak itu dan menaruh di meja kayu yang cukup lebar.
Beberapa persiapan sudah di lakukan oleh gadis mungil yang sebentar lagi berumur 6 ini, denga penuh keringat ia berlari ke kemarnya dan masuk ke kamar mandinya untuk bersiap-siap mengadakan pesta nanti malam.
Lenna sengaja untuk tidak mengundang siapapun di hari ulang tahunnya.. kecuali ayah yang sangat ia sayangi. Ia tak ingin di ganggu untuk melepas rindu pada orang tua semata wayang nya itu.
Lenna menunggu di meja sambil duduk di depan kue yang sudah menancap angka 6 di atasnya.. kaki ia goyang-goyangkan, muka ia tempelkan di meja dan tangan yang di taruh di atas meja.
1 jam berlalu.. jam menunjukan 07.00 PM. Masih dini untuk kecewa..
2 jam berlalu.. jam menunjukan 09.00 PM. Wajah kesal mulai dipasang Lenna..
1 jam berlalu.. jam menunjjukan 10.00 PM. Hujan tiba-tiba turun bersamaan dengan petir yang menggelegar.. perasaan tak enak mulai muncul di hati Lenna.
*Kriing..
Telfon berdering.. buru-buru Lenna menghampiri telfon yang ada di dekat pintu utama.. tapi apa daya tinggi seorang bocah kecil 6 tahun menghadapi tinggi meja yang berkisar 1.2 meter itu. Dengan lompat-lompat Lenna berusaha untuk menggapai gagang telfon berwarna putih itu.
" Halo? " ucap Ferguson yang sudah menarik telfon itu dengan gampangnya. Muka Lenna penuh dengan pengharapan agar itu dari Ayahnya..
"Oh.. baik.. akan saya sampaikan pada Nona Lenna.. " balas Ferguson, kemudian ia menutup gagang telfon itu pada tempatnya.
"Kakek Ferguson.. apa itu ayah? Tanya Lenna.
" Nona Lenna.. begini "
*JDAAAAR !!! suara petir menyambar dengan kerasnya.
"hah..hah..hah..
*JDAAAAAAAAR !! petir menyambar lagi.. bersamaan dengan dobrakan pintu rumah duka yang letaknya tak jauh dari rumah Lenna.. seisi rumah duka melihat ke arah pintu yang sudah terbuka, disana juga terlihat seorang anak kecil berambut panjang.. seluruh tubuhnya basah oleh hujan..
"AYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH !! " teriak anak kecil itu diingiri larian ke peti yang ada di depan altar merah .
"AYAH BANGUNNNN !! " ucap perempuan itu sambil mengguncang-guncang tubuh ayahnya yang terbaring lemas di peti kayu.
"AYAH JAHAAT ! AYAH KAN SUDAH JANJI MAU DATANG KE PESTA ULANG TAHUN LENNAAA ! AYAH PEMBOHOONGG !!

The Continues


2 Hari Kemudian..
" Nona.. anda mendapat bingkisan ucap Ferguson sambil memegangi 2 kotak yang terbuat dari karton berwarna coklat, yang satu berukuran kecil dan berbentuk persegi.. dan yang satunya.. berukuran panjang hampir sekitar satu meter lebih..
Lenna yang semenjak kejadian itu hanya duduk di kamarnya menatap kejendela.. ia sama sekali tak mendengar pengasuhnya..
"Nona.. Perlu anda tahu.. pengirim ini bertuliskan nama ayahmu.. "
Dengan secara tiba-tiba dan cepat, Lenna memalingkan wajahnya ke Ferguson.. memperlihatkan wajah yang masih menangis itu. Perlahan ia mendekat ke arah kedua kotak yang ditaruh di lantai. Ferguson meninggalkan Lenna sendirian di kamarnya.
Kotak pertama yang panjang ia buka.. sesuatu yang panjang dan di balut sorban.. sangat familiar.. sebuah amplop putih di taruh di depan benda itu. Lenna mengambilnya dan..
" Yth.. Anakku Lenna..
Ini benda milik ayahmu yang selalu ayah larang agar kamu tak menyentuhnya.. jika pada saatnya ayah gugur pada pertempuran.. gunakan senjata ini dan harumkan nama " Cath " . "
Lenna agak tidak mengerti tentang perkataan ayahnya ini.. lalu ia membuka kotak kedua yang cukup kecil itu. Dan ketika di buka, ia kaget melihat boneka teddy bear yang ia titipkan pada ayahnya ada disitu. Ia mengambil nya dan memeluknya..
" Ayah.. Lenna sayang ayah.. " ucap perempuan kecil itu.
Kemudian ia teringat akan " pesan rahasia " yang dipasang di dasi kupu-kupu teddy bear nya. ia mengeceknya dan ada kertas putih yang sama di tempat yang sama. Lenna mengambilnya lalu membuka pesan itu.
" Lenna Sayang Ayah Sekararang, Selalu Dan Selama-Lamanyaa "
" Ayah juga sayang Lenna.. ayah akan tetap di samping Lenna.. meskipun Lenna tak melihatnya tapi ayah ada di pundak Lenna.. " ..
" Lenneth ! "
" Lenneth ! Jangan bengong ! " ucap Shaza yang sudah memegangi pundak Lenneth.
*Plok Plok Plok Plok
" Reflek yang bagus .. Shaza.. " ucap seseorang dari balik asap ledakan itu.
" Siapa itu? " balas Shaza
" Perkenalkann ~ Aku Trix Vegeamore.. wakil kedua dari semua divisi Free-Rebels " balas orang itu sembari membungkuk setengah badan..

Trix? Siapa dia?

Sumber

Yang buat cerita

Leave a Reply