(Shazas Story)
Aku berjalan di lorong dengan santainya sambil melamunkan apa yang ada diruangan itu.. mungkin mereka sedang mengerjaiku.. atau bisa saja ketika aku disana aku disiram tepung oleh temanku?.. tak terasa sekarang aku sudah ada di depan pintu Kantor Pusat.. aku membuka pintu pelan-pelan dan
" Baiklah.. hari ini kalian akan berangkat ke Up Town, misi ini menggantikan misi kalian yang harusnya menjalani misi di RedRock , tapi clan dari ShawkRoad telah mengambil alih misi itu. " ucap pemimpin sambil menujuk kea rah layar kertas yang diterangi oleh proyektor bergambar peta Up Town dengan tangan memegang stik yang cukup panjang. .
Ternyata rapat untuk misi selanjutnya sudah dimulai.. dan aku tampaknya terlambat.. Cynn yang tadi sempat menghampiri ku pun sudah duduk manis di sana.. teman-temanku yang lain juga sudah ada di sana, bahkan Ayse pun mencatat apa yang sudah di katakan pemimpin tadi
*Krekkk.. suara pintu yang kudorong tiba-tiba terdengar lumayan keras..
Pandangan mereka semua yang ada di ruangan itu tertuju kepadaku.. kami saling berpandangan selama beberapa detik.. memang hanya beberapa detik.. tapi terasa 1 jam bagiku.. rasa gugup dan takut terasa di dadaku..
" Hei, sedang apa kau berdiri disana? Duduk dan perhatikan ini : ucap pemimpin sambil mengarahkan stiknya itu kepadaku..
" Ya.. Ya Pak.." ucapku terbata-bata.. lalu aku duduk di kursi yang samping kanannya adalah Rensen dan samping kirinya adalah Rans..
Lalu pemimpin kembali menjelaskan prosedur dalam misi itu.. pemimpin tampak menjelaskannya dengan sepenuh hati.. dan teman-temanku memerhatikanya dengan baik, Ayse pun juga begitu.. tapi aku tak memerhatikan penjelasan Pemimpin , jujur saat pemimpin tidak memberiku medali aku sedikit kesal dengannya.. pandangan mataku focus ke Ayse yang kebetulan bersebrangan dengan mejaku.. aku melihat mukanya yang mulus dan pipi yang chubby itu.. aduh.. ingin rasa mencubit pipinya..
Hmm.. aku merasakan sesuatu yang aneh datang dari arah kananku.. lalu..
*Plakkk
"Argh!" teriakku dengan badan yang terjatuh sampai ke lantai..
Cih !! apa-apaan itu ! kepalaku dilempar benda yang aku tak tahu persis.. tapi setelah aku melihat kearah belakangku ternyata aku, kepala ku ini dilukai oleh penghapus papan tulis ..
" Wah! Headshoot! " ucap Rensen sambil sedikit tertawa..
"saya sudah bilang, duduk dan perhatikan ini , kalau kau tak bisa memperhatikan ini maka saya tak segan-segan untuk mengeluarkan mu dari CT-FORCE dari pada semua teman-temanmu mati di medan pertempuran hanya karena kau yang tidak tahu PROSEDURNYA ! jelas pemimpin dengan nada yang cukup keras.. kami semua terdiam saat pemimpin mengucapkan itu.. saya hanya tertunduk malu.. Ayse menoleh ke arahku, tapi tak sampai 1 detik pandangannya langsung di ubah ke arah papan tulis..
Baiklah kita lanjutkan, karena ini merupakan misi yang cukup besar, saya menggerakan 9 orang dalam misi penyerbuan ini.. Cool dan Ayse , Satyr dan Cynn, kalian sebagai posisi penyerang.. Rans dan Troyas ,Rensen dan Shaza kalian sebagai posisi pembantu penyerangan.. kalian pasti bertanya bagaimana saya mengelompokan kalian bukan? Cool, kau memiliki pertahanan dan penyerangan yang terbaik! Jadi kau pasti tahu mengapa kau di tempatkan ke posisi menyerang. Ayse, kau bisa menyusun strategi dan taktik dengan cepat, saya mengandalkan taktik mu yang cemerlang itu agar misi ini berjalan dengan lancar. Satyr, kau memiliki pengalaman medan perang yang lebih lama dari kami semua, termasuk saya, kau bisa menjadi guru selama misi ini berlangsung . Cynn, tembakan mu sangat tepat ! itu sangat dibutuhkan untuk menumbangkan Free-Rebels.. Rans, kemampuan medismu memang yang terbaik, kemampuan chemichal blower mu lebih dari blower lainnya, akan tetapi kau lemah jika diserang dari Close-Combat, jadi kau di masukkan ke team yang agak jauh dari ujung tombak. Troyas, saya tak perlu memberi alasan kenapa kau di masukkan ke bagian ini. Rensen,kau memiliki kemampuan untk melambatkan musuh, dan itu memang sangat di perlukan untuk ujung tombak, tapi kau lemah bila berhadapan denganFree-Rebels secara Close-Combat. Shaza, kau belum memiliki pengalaman medan perang, jadi kau saya masukkan ke team pendukung. Sekian penjelasan dari saya ada pertanyaan? " ucap pemimpin
Lalu Ayse mengangkat tangannya dan bertanya "Tadi pemimpin berkata ada 9 orang , yang pemimpin sebutkan baru 8, siapa orang ke -9 itu? "
" ah ! aku lupa.. Lenneth ! Kemari " teriak pemimpin ke arah pintu masuk..
*Krekk.. pintu itu terbuka dan..
Waah! Yang keluar dari pintu itu seorang wanita tinggi yang berambut pirang lurus seperti baru di rebonding dengan muka yang jauh lebih cantik daripada Ayse.. dia mengenakan Kevlar tanpa symbol di lengannya , itu berarti dia perwira baru di CT-FORCE ini, tapi ada yang unik darinya..dia menyarungkan sesuatu yang cukup panjang di punggungnya , benda itu dibalut oleh perban.. seperti mummy saja..
" Lenneth, kemarilah dan perkenalkan dirimu " ucap pemimpin
Lalu wanita itu berjalan ke samping pemimpin dan berkata
" Namaku Lenneth, Aku seorang Sniper.. aku baru masuk ke CT-FORCE ini kemarin, Mohon kerjasamanya " ucapnya singkat..
Wanita ini tampak berlawanan dengan Cynn dan Rensen yang bisa dibilang cukup girang .. Lenneth sepertinya wanita yang dingin..
" Baiklah , Lenneth sudah ku beri pengarahan dari awal, jadi sekarang, ambil senjata kalian dan bersiaplah ! kita akan berangkat ke Up Town Jam 3 sore nanti !" ucap pemimpin dengan nada yang memberi semangat..
Lalu kita semua meninggalkan ruangan itu dan mulai bersiap-siap.. awalnya aku berniat untuk menghampiri Ayse.. tapi dia sudah pergi lebih dahulu.. yah..
" Hei, Kevlar baru? " Tanya Satyr yang tanpa kusadari sudah ada di sampingku..
" He.. iya, Cynn yang memberikannya kepadaku.. " balasku
" Shaza.. ingat.. ini pertempuran pertamamu.. memang aku di tugaskan di barisan depan.. tapi mataku akan selalu mengawasimu.. " ucap Satyr dengan nada dingin, belum sempat aku bertanya dia sudah melangkah lebih cepat dan mendahuluiku..
Hhh, awal hari yang cukup menyebalkan..
Lalu aku ke gudang senjata untuk bersiap-siap ke Up Town !
Subscribe to email feed





