"You know the world can see us
In a way. that's different than who. We. are .. bait terakhir yang ku nyanyikan dengan Ayse.. aku menyanyikannya dengan tempo yang lambat di bait ini.. aku dan Ayse masih berpandangan satu sama lain.. entah kenapa hatiku menjadi tentram saat aku melihat matanya..
*Prook *Prokk * Prook
* Piwiiiit *
* Lagi ! * Lagi ! * Lagi!
Suara penonton yang bersorak gembira mengagetkan kami.. Rensen yang memainkan piano pun dari tadi senyum-senyum .. Ayse terlihat senang.. ia memeluk tangan kiriku sambil melambai ke arah penonton.. teman-temanku yang ada di baris depan pun berteriak..
*Ciee.. * Ciee..
* Prikitiuuuu ~
Muka ku langsung memerah.. karena malu, aku bergegas ke pinggir panggung sambil tangan menggandeng Ayse..Rensen mengikutiku dari belakang.. di pinggir panggung sudah ada Event Organizer tadi yang menunggu kami bertiga..
" Bravo ! Brava ! Bagus !! aku berterima kasih kepada kalian ! kalau saja kalian tak ada .. mungkin aku sudah di demo oleh para penonton itu ! terimakasih !! " ucap Event Organizer itu kepadaku..
" Ahh.. tidak.. hahaha " ucap ku gugup..
*Blam .. suara pintu yang dibanting..
Penglihatan kami pun segera teralihkan ke arah pintu lalu
" Hei ! Maaf telat ! kami terjebak macet ! " ucap seseorang yang muncul dari pintu itu..
" Ah ! Steven! Kau telat ! " ucap Event Organizer ini
" Ha? Telat? Tidak ah ! " balas orang itu..
Lalu dari pintu yang sama muncul beberapa orang yang membawa alat-alat band.. sepertinya dia itu Band yang disewa oleh Event Organizer ini..
" dari mana kau tahu kalau kau tidak telat? Dasar bodoh? " Tanya Event Organizer
" Hei.. panggungnya saja tidak di bakar kan? Berarti kami tidak telat ! Ha Ha ! " balas Steven sambil tertawa..
" Umm, Permisi.. bolehkah kami pergi? " Tanya Ayse ke event organizer itu..
" Tentu ! Terima kasih banyak! " balasnya..
Ayse segera meninggalkan ruangan itu menuju ke bangku penonton sambil menyeret tanganku, Rensen mengikutiku dari belakang..
Setelah sampai di bangku penonton, kami disoraki oleh teman-teman kami.. ada yang mempersilahan 2 tempat duduk yang bersebelahan untuk aku dan Ayse.. apa ini maksudnya?
" Are You.. READY TO ROCK? " Teriak Steven dengan micnya di panggung.. aku baru sadar kalau dia sudah ada di panggung secepat itu..
" YEAH !! " teriak penonton berbarengan..
" Are You.. REAAAADY TO ROOOOCK? " teriak Steven lagi dengan frekuensi yang cukup tinggi.. aku sempat menutup kedua telingaku karena tak tahan dengan suara yang kencang itu..
" YEAAAAAAAAH ! " teriak penonton semakin histeris..
Begitu mendengar suara music di dengar.. aku dan Ayse mau tidak mau harus duduk di tempat yang dipersiapkan oleh temanku ini, Rensen terlihat sudah duduk di samping Satyr sambil bercanda.. Ya sudah.. aku duduk.. lalu Ayse pun juga..
Suara musik yang cukup kencang di mainkan oleh Band itu.. jujur aku tak biasa dengan musik Rock yang dibilang music yang frekuensi nya cukup tinggi ini.. tapi sepertinya teman-temanku menikmatinya.. Ayse pun juga begitu.. karena gengsi aku berpura-pura untuk menikmatinya.. padahal sebenarnya kuping ku ini sudah hampir mau meledak..
Sudah sekitar 3 Jam kita di aula ini.. kita sudah menhyaksikan beberapa pertunjukkan oleh para perwira disini.. Drama , Komedi , Musik , bahkan Pantonim pun ada.. aku terhibur akan itu.. seakan-akan memori tentang Dood pun hilang tuk sejenak..
Jam di tanganku menunjukkan pukul 07.34 malam.. sudah cukup larut.. aku pamit pulang ke teman-temanku.. lalu aku pergi ke tempat parkiran menuju mobilku..
" Shaza !!!! teriak seseorang dari kejauhan .. ah.. aku kenal suara ini..
Lalu aku menoleh ke belakang dan..
" Shaza ! aku numpang lagi yah? " ucap Ayse yang sudah ada di belakang ku..
" boleh saja " ucapku ke Ayse..
Tumben.. biasanya dia akan menyelakku ketika aku belum selesai berbicara.. dia langsung masuk ke mobil, aku juga begitu sambil menyalakan mesin..
" Ayse, memangnya kau hafal lagu yang kita nyanyikan itu tadi ? " tanyaku ke Ayse
" Tidak " balasnya singkat
Hah? Dia tidak hafal lagunya? Jadi bagaimana dia bisa menyanyikan lagu itu dengan lafalan yang tepat?
" lalu? Bagaimana bisa kau menyanyikan lagu itu? " tanyaku sambil menyetir mobil ini..
" Begini, jika Cynn memiliki Sensibility Shoot, Cool memiliki Desperado , aku juga punya ! aku memiliki Mind Scan yang bisa membaca pikiran orang dengan melihat matanya saja ! " jelas Ayse sambil menghadap ke arahku
" Oh.. Pantas.. sejak kita pertama kali bertemu sampai sekarang .. kau selalu menyelak aku bila aku belum selesai berbicara " ucap ku dengan nada sedikit tertawa.. Ayse pun hanya membalas dengan senyumnya saja
Oh.. Mind Scan..
Setelah itu kami diam-diam saja.. Ayse juga sudah tampak lelah.. ia daritadi hanya melihat ke arah jendela..
" Ayse..Rumahmu yang mana? " tanyaku
" Itu.. disamping rumah yang pagarnya biru.. "
Hmm.. rumahnya tidak terlalu besar.. terlihat sederhana.. hampir sama seperti rumahku..
" Ok, terimakasih ya ! ucapnya sambil membuka pintu mobil..
" Ya.. sama-sama.. " balasku sambil tersenyum
Dia pun turun dari mobil dan menutup pintunya.. lalu terlihat seseorang membukakan pintu pagar rumahnya.. sepertinya itu ayahnya..
Karena aku tak tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut, aku pun langsung tancap gas dan pulang ke rumah.. ibu pasti sudah khawatir denganku..
Sesampai dirumah.. aku memarkirkan CR-Z ini garasi.. lalu menutup pintu garasi dan masuk ke rumah lewat pintu belakang karena pintu depan di kunci ..
" Ibu.. Aku pulang " teriakku ke isi rumah..
" Ya.. ibu di ruang tamu sedang menonton berita terdengar suara ibuku di ruang tamu.. aku segera kesana.. dan memang ibuku sedang menonton TV di samping perapian sambil merajut benang dan ia duduk di kursi goyang favoritnya..
" bagaimana pestanya nak? Tanya ibuku sambil tersenyum
" luar biasa bu.. ibu sedang menonton apa? balasku
" Ini, ada kerusuhan tadi sore di Down Town.. sepertinya oleh Free-Rebels, tapi sudah ditangani
" hah? Kerusuhan? Rebels? Sudah ditangani? Oleh siapa?? " tanyaku
"yang pasti bukan CT-FORCE , sebab yang tadi menangani bajunya berwarna putih. Kalau CT-FORCE kan biru "
Ohh.. ya sudahlah.. aku sudah lelah untuk mencari tahu lebih lanjut..
" Bu, aku tidur dulu ya.. " ucapku sambil mencium kening ibuku..
" Ya nak.. "
Aku menuju ke tempat tidurku dan..hahhhhh.. langsung saja ku rebahkan badanku ini dan segera tidur walaupun jas pesta itu masih kupakai.. huam.. aku ngantuk sekali..
Keesokan harinya..
*kikukk * kikukk * kikuk..
Suara dentang jam dindingku membangunkan aku yang sedang tertidur pulas.. jam menunjukkan 06.00 pagi.. waktunya berangkat.. aku melepas Jas dan celana panjang yang kukenakan saat pesta tadi malam dan menggantinya dengan kaos biru dan celana panjang biru yang terbuat dari kain..
Lalu aku keluar kamar, sepertinya ibuku sedang keluar ke pasar seperti biasanya.. aku ke halaman belakang rumah dan melakukan berbagai senam singkat.. lalu aku berjogging dengan tujuan Sentry Base..
Sesampai di sentry base aku langsung ke loker dan mengambil baju, lalu mandi sebentar dan berdandan yang rapi..
" Acid Pool ! " ucap seseorang dari arah pintu masuk..
Oh Cynn.. dia membawa sesuatu untukku yang di bungkus plastik..
" Hei ! Aku bawa sesuatu untukmu ! "
" apa itu? " tanyaku
" Mandilah dulu dan pakailah ini ! " ucap Cynn sambil melemparkan bungkusan yang lumayan kecil itu
Hap ! Aku menangkapnya dan..
Wah ! Kevlar baru ! Kevlar ini warnanya biru tua sama seperti yang lama .. tapi agak lebih cerah.. lalu di lengannya ada symbol lambang Abbyssus.. wow.. keren..
" bagaimana? Bagus tidak? " Tanya Cynn
" bagus ! baiklah, aku akan mandi dan mengenakan Kevlar ini! " ucapku..
Lalu aku segera ke ruang shower dan mandi.. setelah itu aku langsung memakai Kevlar ini dan..
Wah ! Cocok ! pas sekali !
Setelah itu aku kembali ke ruang loker, tampaknya Cynn sudah tidak ada.. ia meninggalkan pesan di sehelai kertas yang tertempel di loker
" kami menunggu mu di kantor pusat "
Begitu isi pesannya..
Aku pun melangkah ke kantor pusat sambil membayangkan apa yang ada disana..
Subscribe to email feed





