" Ayse, Rensen kalian berdua adalah perwira wanita kebanggaan CT-FORCE ! Rensen, kemampuan Extrimity kau dalam penyelamatan Cynn.. dan Ayse.. kau mampu menyusun taktik dengan sangat cepat.. kau memang pantas menjadi ketua clan Abbyssus.. dan dengan hormat.. saya memberikan kalian masing-masing 2 Master Medal atas penghargaan untuk jasa kalian.. " ucap pemimpin sambil mengambil 4 Master Medal dari kotak dan mengalungkan masing masing 2 Master Medal di leher mereka..
Apa? Pangkat mereka tidak di promosikan? Tapi kulihat di wajah mereka tak terlihat rasa kecewa sedikitpun meskipun pangkat mereka tidak di naikkan.. mungkin Master Medal berarti lebih dari sebuah pangkat? Ya.. aku tidak tahu karena aku orang baru di CT-FORCE ini..
Yak ! inilah saat ku , aku menegapkan badanku dan sempat merapikan bajuku agar sedap di pandang oleh Pemimpin..
Ternyata.. bukannya ke arahku .. ( arah kiri dari pemimpin ) melainkan pemimpin berjalan ke arah kanan yaitu mendekat ke arah Cool, yang memang gilirannya di lompati sampai ke Satyr..
" Cool, Kemampuan Desperado mu adalah ujung tombak dari penyerangan CT-FORCE ini .. serta kemampuan perlindungan dan pertahanan mu merupakan yang terbaik dalam angkatan mu itu maka , sangatlah pantas bagi mu jika saya mempromosikan mu menjadi Captain Grade 2 dan 1 Master Medal atas penghargaan untuk jasa kamu.." ucap pemimpin sambil mengalungkan Master Medal di leher Cool..
Ya ! ini pasti saat ku ! aku semakin memantapkan posisi ku berdiri dan merapikan baju ku..
Tanpa diduga.. pemimpin malah mundur sampai ke depan papan tulis putih itu dan berkata..
" Sekian pemberian penghargaan untuk jasa kalian.. Siang nanti.. akan ada pemakaman untuk teman kita Dood, dan malam nya.. saya mengadakan pesta bagi kita semua untuk merayakan keberhasilan kalian dalam penangkalan Free-Rebels ini.. "
Apa? Dia tidak memberi penghargaan bagi ku?
Suasana di ruangan itu tiba-tiba ricuh.. mereka seperti membicarakan aku.. lalu Ayse berkata ..
" Pemimpin ! Bagaimana dengan Acid Pool? Ia juga turut serta dalam misi penangkalan Free-Rebels ini ! "
" Ooh, Apakah ada alasan bagiku untuk memberi dia penghargaan? " ucap pemimpin sambil tersenyum kecil..
Tiba-tiba suasana di ruangan ini menjadi hening..
" Dia ikut membantu ku saat aku di serang oleh Free-Rebels.. " ucap satyr dengan nada yang tenang..
" Baiklah, apakah dia ikut menembak? " Tanya Pemimpin..
" Dia menghajar Free-Rebels yang membuat luka di punggungku ini.. " balas Satyr..
" Saya tanya 1x lagi.. apakah dia ikut MENEMBAK? " Tanya pemimpin dengan nada yang cukup keras di kalimat akhir..
Satyr terdiam.. mungkin karena pemimpin menanyakan aku menembak atau tidak , sedangkan aku tidak menembak Vacco sama sekali.. aku hanya menghajar dia dengan kakiku..
" Dia menembaki 7 Free-Rebels yang mengeroyokku saat dia menggunakan Leopar.. " belum sempat Satyr menyelesaikan kalimatnya .. pemimpin memotongnya dengan suara yang cukup keras..
" INI TERAKHIR KALINYA SAYA BERTANYA! APAKAH DIA IKUT MENEMBAK? "
Ruangan ini menjadi semakin hening.. Satyr menundukan kepalanya..ya.. pantas saja, sebab bukan aku yang menembaki 7 orang Free-Rebels itu.. melainkan karena tanda macan yang aku belum tahu pasti apakah ini sosok reinkarnasi Ayahku atau bukan..
" Baiklah , sepertinya sudah jelas.. jangan lupa untuk menghadiri pemakaman Dood siang jam 1 nanti dan pesta malam jam 7 nanti.. " ucap pemimpin sambil tersenyum sedikit.. lalu ia membalik badan dan masuk ke pintu di samping papan tulis putih itu dan disusuli oleh pengawalnya yang membawa kotak Medali itu..
Setelah pemimpin menutup pintu, mereka semua langsung menghadap ke arahku.. lalu mereka keluar dari ruangan ini sambl melihat ke arahku dan tangan mereka yang menepuk pundakku.. Huf.. sepertinya ini pengalaman pahitku yang pertama di CT-FORCE ini..
Tanpa kusadari , Ayse masih di sampingku , sedangkan yang lainnya sudah keluar dari ruangan ini.. ia melihat-lihat ku seperti orang yang penasaran..
" Ay.. Ayse.. kenapa kau melihat ku seperti itu? " tanyaku..
" mereka semua menepuk pundakmu bukan? " jawab Ayse sambil menunjuk ke pundakku..
" Ya, memang kenapa? "
" Memangnya pundak mu sudah sembuh? " Tanya Ayse dengan ekspresi wajah yang kebingungan..
*DEG..
Aku baru ingat bahwa pundakku itu bekas pertempuran tadi dan kata Rans pundakku retak.. sesaat setrelah Ayse mengingatkan ku.. Pundakku terasa ngeri tak tertahankan..
" ARGHHHHHHHHHHH SAKITTTTT " gerangku kesakitan..
Ayse tampak cekikikan melihat ku yang kesakitan ini.. Ah sial..
Setelah itu , Ayse langsung pergi dan aku juga langsung ke luar Sentry Base untuk mencari Taxi .. kebetulan Taxi yang berwarna biru langgananku sudah ada di tempat parkiran khusus untuk para Taxi.. Supirnya tampak sedang berbincang-bincang dengan supir lainnya, tapi melihat aku datang, supir taxi langganan ku itu segera masuk ke taxinya, aku pun juga begitu ..
" Hai Shaza ! kemana tujuanmu? " ucap supir Taxi yang sudah aku kenal lama itu.. tapi sampai sekarang aku belum tahu siapa namanya..
" Biasa pak.. ke rumah.. " balasku dengan nada lemas..
*BRUMM..
Taxi ini pun berangkat ke rumahku dengan kecepatan 50 KM/ jam..
" oh ia Shaza, aku mendengar dari supir lainnya kalau Sentry Base ini baru di serang tadi malam oleh Free-Rebels, apakah benar? " Tanya supir taxi itu sambil membenarkan Spion dalam mobil yang ada di tengah-tengah mobil ini..
Ya.. Benar.. aku sempat melawan mereka.. " jawabku singkat..
" Oh ya? Bisakah kau ceritakan kronologisnya? " tanyanya dengan penasaran ..
" Aku ingin , tapi jangan sekarang ya pak, waktunya tak tepat.. "
" Ohh, sedang lelah ya? Ya sudah.. relax saja ~ " jawabnya dengan sedikit tertawa..
Huff, pandangan ku alihkan ke sisi luar jendela,, aku melihat jalan .. rumah.. anak kecil .. lalu jalan lagi.. rumah.. jalan.. rumah.. dan seterusnya.. tanpa kusadari, aku teringat kejadian saat aku melawan Vacco , aku ngin mengingat kejadian saat aku pingsan.. tapi tetap saja.. hasilnya 0..
Tak terasa.. aku sudah ada di depan rumah.. aku melihat Argo Taxi.. Rp.26.000,00 yap , seperti biasanya.. dua puluh enam ribu.. harga taxi dari markas sentry base sampai rumah ku.. kebetulan aku sudah bolak balik dari sentry base sampai rumah ini selama hampir 1 bulan.. jadi aku hafal harganya.. dompet ku buka.. ku ambil lembaran sepuluh ribu dan dua puluh ribu..
" Pak, sisanya buat tip " jawabku sambil menyerahkan Rp. 30.000,00 ke tangan supir taxi ini..
" Oke jawabnya singkat..
Huah.. sekarang aku sudah ada di depan rumahku , aku belum sempat memberi kabar ke ibuku , sepertinya ia khawatir .. nafas ku tarik panjang panjang.. dan ku hembuskan perlahan-lahan.. langkah ku percepat sampai di depan pintu rumahku.. aku mengetuk pintu, tapi tak ada yang membalas.. karena kelamaan.. aku membuka pintu.. dan sepertinya tidak di kunci.. aku pun masuk.. dan menutup pintunya kembali..
" Ibu.. Aku pulang.. " teriakku ke seisi rumah.. tapi tak ada yang membalas..
" haloo? Apakah ada orang?? " suara ku aku kencangkan..
Aku semakin curiga.. naluri polisiku bertindak.. aku mengambil MK-23 yang seperti biasa ku selipkan di betis ku..
Satu persatu pintu ku dobrak.. tapi tak ada hasilnya.. rasa khawatir dan takut mengerumuniku.. aku sudah kehilangan ayahku apakah aku harus kehilangan ibuku juga? Tidak.. tidak mungkin
*KREKK
Suara pintu dari pintu awal aku masuk terdengar.. aku segera menghampiri pintu itu dan
Hap! Aku melompat dan langsung menodongkan MK-23 ku ke arah pintu..
*BRUG..
" I.. Ibu? " ucap ku terbata-bata..
Aku kaget ketika yang ku todongkan adalah ibuku sendiri yang tadinya membawa sekantong belanjaan yang berisikan roti, sayur mayur , dan lainlain.. terjatuh ketika melihat ku yang menodongkan pistol ku ini.. Aduh.. sungguh aku malu.. aku tak sopan menodongkan pistol ku sendiri ke arah ibuku..
" Sha.. Shaza ? SHAZA !! " ucap ibuku sambil berlari ke arahku dan memelukku..
" Shaza.. kau baik-baik saja nak? Ibu sangat mengkhawatirkan mu nak.. " ucap ibuku yang bercampur sedu tangis.. pelukannya semakin erat.. aku juga membalasnya pelukannya..
setelah kami selesai berpelukan.. aku menutup pintu dan membantu membereskan belanjaan yang tadi jatuh.. lalu aku mengajak ibu untuk duduk .. dan aku menceritakan semua yang sudah terjadi..
" Ohh.. jadi menurut temanmu..simbol macan yang ada di tanganmu itu adalah renkarnasi dari ayahmu?? " Tanya ibuku sambil menunjuk kearah lambang macanku ini..
" Kira-kira begitu bu.. " Ucapku..
Tiba-tiba telfon di rumah kami berdering.. aku berdiri dari tempat duduk dan mengangkat telfon itu dengan perlahan..
Lalu..
Subscribe to email feed





