"Dood !! Kamu kenapa !" ucap Satyr dengan keheranan , suasana pun semakin histeris ketika melihat darah segar mengalir dari leher Dood , entah kapan . Sebuah Timah Panas sudah bersarang di leher Dood barusan . dia kejang-kejang sambil menunjuk ke arah tulisan yang dibuat Ayse.
Kugerakkan badanku ke arah symbol tesebut , ku baca dengan sangat teliti karena sudah samar samar bercampuran darah Ayse yang lain.
-->
Begitu tulisan darah yang dibuat Ayse.
Arah kanan? Aku pun melirik ke arah kanan ..
Dan sungguh aku shok ketika melihat C5 yang sudah tertempel ada di dekat rak senjata yang berisikan granat..
C5 Siapa ini? Apakah akan meledak? Apa yang harus ku lakukan?
Satyr masih berusaha menutupi pendarah Dood di leher menggunakan sapu tangan Dood tadi. Sedangkan Rensen masih menangis melihat Ayse yang tergeletak tak berdaya.
Tapi.. tiba tiba Ayse bangkit dengan posisi kaki yang masih gemetar. Rensen pun keheranan "Ma.. Master Ayse? Master masih hidup???" ucap Rensen dengan suara gemetar bercampur sedu tangis
Master Ayse menarik nafas Tiba-tiba ia berteriak..
"SEMUAA LARI DARI TEMPAT INI !!" ucap Ayse sambil lari keluar mendobrak pintu dengan tangan menarik baju Kevlar Rensen. Rensen pun ikut tertarik ke luar dengannya.
Aku dan Satyr pun kebingungan, apa yang di lakukan Master Ayse??
*PIIIIIIIIP
Keheranan kami ke Master Ayse terpecah ketika mendengar suara C5 yang aktif tersebut.
Aku dan Satyr segera menyeret Dood keluar bersama kami yang melompat dari jendela karena jarak pintu agak jauh . sedangkan jendela ada tepat di samping kami.
*JEDARRRRRRRRRR
C5 itu meledak dengan sangat keras bercampur suara ledakan granat yang ada di gudang senjata tersebut.
*BRUG . Huh, untung saja kita masih mendarat di tumpukan kotak kotak bekas di tempat pembuangan sampah ini. Cih, sepatuku
hangus sebagian karena ledakan tadi.
"DOOOD ! BANGUN ! DOOOD !! "Teriak Satyr dengan nada yang sangat keras sambil menampar kedua pipi Dood untuk membangunkannya. Tampaknya dood sudah tidak bernafas lagi. Mau bagaimana lagi? Peluru tadi tepat menembak leher dood dan membuat pendarahan yang cukup parah . sampai baju Kevlar Satyr hampir semuanya berwarna merah darah. Tapi? Siapa yang menembak ?
Tap Tap... Tap.. Suara langkah kaki terdengar dari ujung gang tempat ini.. terlihat seseorang yang samar-samar karena asap ledakan tadi
"Ehem , Sepertinya tembakan 1 peluruku tadi Headshot. GYAHAHAHAHA" ucap seseorang yang menggunakan baju prajuti dengan kevlar hijau dan googles di matanya.
"SIAPA KAU? APAKAH KAU ORANG YANG MENEMBAK MITRAKU INI? "teriak Satyr dengan nada keras . kulihat matanya sedikit berkaca-kaca. Ooh, jadi Dood ini adalah mitra si Satyr ini. Sepertinya arti mitra sangat penting bagi seorang CT-Force.
"Oh , Si lemah ini mitramu? Ckckck pasti kau lemah juga ! tenang saja !! kau akan menyusulnya segera bersama teman bodoh samping mu itu ! GYAHAHAHAA ! "ejeknya sambil mengarahkan M4S1 nya ke arah kepala Satyr. Enak saja dia mengatakan aku anak bodoh? Tapi Sepertinya akan ada adu tembak disini. Segera aku menyiapan MK23 yang selalu kusisipkan di belakang betisku.
"BERMIMPILAH SELAGI BISA KAU BRENGS*K !! "teriak Satyr , ia pun mengambil Mp7 yang sudah dari tadi di punggungnya. Waaaaaw!! . mp7 nya berwarna emas ! bagaimana bisa? Apakah di pilok cat emas? Rasanya tidak mungkin..
Hmm. Mp7 GD.. Menarik.. apakah kau Sang Penjagal Kepala yang di beritakan oleh kabar burung itu ?? Tanya Free Rebels itu sambil melirik Mp7 emas mengkilap tersebut.
"YA ITU AKU ! TUTUP MULUT MU DAN BERSIAPLAH UNTUK MATI "! kata Satyr sambil menembakan mp7nya ke arah Free Rebels itu.. Memang akan menjadi pertarungan yang menarik..
Continued to Chapter III.. Revenge !!
Subscribe to email feed





