(Ayses Story)
Sekarang kami semua ada di suatu rumah kecil dengan kaca yang sudah pecah bekas tembakan Rebels tadi.. kami menyusun strategi untuk langkah berikutnya.. beberapa ledakan terdengar disini. Asap nya pun juga terlihat.. suara tembakan dan suara granat pun terdengar
" Master.. apa langkah kita selanjutnya? " Tanya Rensen
" Hmm.. bisa kah kau melihat rebels dari jendela itu? " balasku..
"Ya,aku bisa melihat beberapa dari sini.. banyak di antaranya sedang menembak ke arah team Acid Pool.. aku bisa menembak beberapa Rebels dari sini dengan leluasa " kata Rensen
" Jangan, bila kau menembaknya, pasti Rebels itu akan datang kemari dan kita akan dalam masalah " sela Cool..
" Cool benar, akan memancing banyak perhatian jika kita menembak langsung.. Oh iya! Lihat lah kemari ! aku membawa peta Up Town .. sekarang kita ada di rumah ini.. team Satyr ada di gang paling kiri.. dan mungkin sekarang sudah melewati rel kereta jika tak ada halangan.. team Acid Pool ada di tengah.. menurutku.. kita tetap pada rencana kita untuk ke markas Rebels disana melewati gang disamping kita ini.. " kata ku
" Baik.. tak ada masalah " ucap mereka serentak
Kami pun bergerak ke gang paling kanan.. suara adu tembak masih terdengar dengan jelas, tapi kami menghiraukannya. Gang yang kami pilih tidak salah, tidak ada tanda-tanda Rebels disini. Kami terus berjalan sampai pada akhirnya kami dikepung oleh Rebels dari arah belakang dan depan..
" Cih.. sudah kuduga ini jebakan " ucap Cool
" jatuhkan senjata kalian ! " teriak salah satu Rebels itu
" Rensen.. lakukan keahlianmu.. " bisikku ke arah Rensen
" Oke! " balas Rensen
Seketika suasana di sekitar menjadi pelan.. bisa kulihat Rensen dengan leluasa berjalan dan mengambil satu persatu senjata Rebels itu dan melemparnya jauh dari jangkauan mereka, setelah itu dia menyiapkan MK-23 nya dan menembaki para Rebels yang menodong kami.. aku tak berani melihat. Sekitar 3 menit berlalu.. waktu kembali menjadi normal.. para Rebels sudah " tiduran di lantai. Rensen kembali dengan ekpresi muka yang cukup seram. Aku menghiraukannya dan mengajak mereka agar terus berjalan ke ujung gang yang terdapat mobil berwarna hitam dan berukuran cukup besar. Sesampainya disana kami melihat ke arah base Rebels. Betapa kagetnya kami melihat beberapa Rebels sedang menyiapkan sekitar 4 RPG-7 Launcher dan mengarahkannya ke arah depan..
" 4 RPG Launcher Siap untuk di luncurkan pak " ucap salah satu rebels ke rebels lainnya yang menggunakan Beret merah.. sepertinya dia juga berpangkat mayor, sama sepertiku
" Baik, luncurkan ke arah mobil yang barusan meledak itu " balas mayor itu
Hah? Meledak? Apa mungkin itu daerah team nya Shaza?
" Rensen, cepat kembali ke team Acid Pool.. " ucap ku
" Jangan ! jika Rensen kembali kesana ada kemungkinan ia bisa di sekap Rebels lain , dan kita akan terpencar, percayalah pada Acid Pool! "
" Mungkin kau benar.. baiklah aku percaya padanya. Sekarang lebih baik kita menghabisi semua Rebels itu!! Aku mempunyai rencana.. pertama, ambil semua K-400 yang kita punya lalu ambil pemicunya ! Rensen gunakan kemampuan mu lalu taruh semua K-400 ini ke daerah mereka.. usahakan cepat karena waktu meledak K-400 ini cukup cepat.. mungkin waktu saat Extrimity mu berlaku untuk 30 detik! Setelah meledak, Cool ! gunakan Desperado mu ke arah mereka .. lalu Rensen, kemampuan mu memerlukan durasi 5 detik setelah pemakaian pertama.. saat Cool melakukan Desperadonya dan sudah 5 detik berlalu.. gunakan lagi kemampuan mu dan bawa aku kesana ! aku akan membereskan yang tersisa ! "
" Cemerlang! " ucap Rensen sambil menepuk tangannya
" Ya, Shall We Begin? " ucap Cool, lalu ia tersenyum dan menyiapkan Kriss S.V dan memasangnya dalam dual mode
penyeranganku dimulai dengan mengumpulkan semua K-400 milik kita masing-masing.. semuanya ada 3, lalu kami melepaskan pemicunya. Rensen dengan sigap langsung memakai kemampuannya dan mengambil K-400 dari tanganku & Cool, setelah itu dia berlari dan langsung menaruhnya di tempat orang yang sedang membawa K-400 itu.. selang beberapa lama Rensen kembali bersamaan dengan ledakan K-400 itu. Suasana kembali normal.. Cool menaiki mobil hitam ini lalu melompat sambil melakukan Desperado.
*DESPERADO!! Teriaknya..
Suara tembakan bercampur teriakan terdengar dari arah Rebels itu, 5 detik telah berlalu.. Kriss milik Cool terlihat sudah kehabisan peluru. Aku memberi aba-aba kepada Rensen agar memakai Extrimitynya lagi.. Suasana kembali menjadi lambat.. Rensen menghampiriku lalu menggendongku.. tampak ia sedikit kewalahan saat membawaku ( maklum, beratku 53 Kg, ) . Setelah sampai disana aku sempat member isyarat agar meminjamkan P90nya kepadaku, Rensen mengerti dan meminjamkannya.. lalu ia kembali ke tempat Cool dan menggiringnya ke tempat aman..
Suasana kembali seperti semula.. kepulan asap masih ada disini beberapa Rebels ada yang terkapar ada yang terluka.. ada juga yang keheranan melihat aku seorang CT-FORCE dengan 2 P90 di kiri dan kanan disini.. tapi masih banyak Rebels yang tidak menyadari kehadiranku..
Ini Saatku.. SHOW TIME !
Ku hadapkan kedua lenganku kearah kiri dan kanan.dan kumulai seranganku ! Wild Shoot !
*WILD SHOOT ! teriakku sambil menembakkan kedua P90 ini secara asal-asalan ke arah mereka dan berputar-putar..
1..3..8..10..15..19 Rebels jatuh.. sekarang tersisa Rebels yang mengenakan beret merah itu dia tampak tak bersenjata..
" Lama tak jumpa nona Taylor.. " ucap Rebels itu
" Siapa kau? Mengapa kau bisa tahu nama belakang ku? " tanyaku sambil me-reload kedua p90 ini.
" Oh.. maaf ! aku tak sopan di depan wanita ! perkenalkan ! namaku Andrew Palmer. Panggil aku Blitz ! " balas orang itu..
" Palmer? Apakah kau adik dari Cynn yang menjadi Rebels itu? " tanyaku..
" Cynn? Oh Cynthia kakakku ! apakah dia masih hidup? " balas nya
" Apa maksudmu? " ucapku
" Ck! Tuan Vacco berkata ia akan membereskan 3 orang yang bergerak ke gang kiri! Para sniper bilang kalau salah satu dari mereka adalah kakakku!.. pastinya dia sudah mati.. GYAHAHAHAHA ! " kata Blitz
" HEI ! DIA ITU KAKAKMU ! " teriakku
" Memang kenapa? Kau tak tahu kondisi keluarga kami ! jadi lebih baik kau DIAM! " ucapnya , lalu ia mengambil 2 MP5K di punggungnya dan mengarahkannya kepadaku.
" Lebih baik jangan.. " ucapku
" Oh ! Kenapa tidak? Aku ingin sekali membunuh perwira wanita kebanggaan CT-FORCE ini ! " serunya..
" Aku tak ingin Cynn menangis di depan makam yang bertuliskan namamu" balasku..
" Ck! SUDAH KUBILANG KAU TAK TAHU APA-APA TENTANG KELUARGA KU ! " sahutnya sambil menerjang ke arahku..
( Satyrs Story )
" MATI KAU BOCAHHHHH " Teriak Vacco dengan tangan yang sudah ada di atas siap untuk menyambit Troyas..
Aku tak berani melihat.. ku tutup mataku dengan lengan ini. Pastinya sebentar lagi akan terdengar suara yang menyakitkan..
..
..
Hampir 10 detik berlalu.. tapi tak terdengar suara sabitan ataupun langkah kaki sekalipun..
" Satyr, kau tak apa? " ucap seseorang yang sepertinya Troyas.
Kuangkat kepalaku.. dan benar saja.. Troyas masih berdiri kokoh sedangkan Vacco.. apa? Vacco membeku ?
" Sebentar.. aku akan menghentikan pendarahanmu.. " ucap Troyas .. lalu ia mendekat ke arah ku dan mengambil 2 tabung kecil berisi cairan berwarna bening..
" Troyas.. mengapa Vacco bisa menjadi seperti itu? " tanyaku
" Perhatikan apa yang bisa di lakukan 2 cairan ini jika di satukan.. " balas Troyas sambil menyiram kedua cairan itu ke dadaku yang teluka karena Kukri Vacco tadi..
" Cairan yang ada di samping kiriku adalah Sodium Sulfat.. sedangkan yang ada di kananku adalah air biasa.. Sodium Sulfat bisa bereaksi dengan air lalu memadatkan rupa partikel air itu menjadi Es seperti ini.. " terangnya..
Perlahan air yang di siram tadi berubah menjadi Es.. dan membuat pendarahan di dadaku berhenti tuk sementara.. rupa es ini agak berbeda dari es biasa.. lebih padat. Tapi tak terasa dingin sedikitpun..
Troyas lalu duduk di sampingku dan memejamkan matanya .. dia tersenyum sedikit.. lalu berkata "aku akan beristirahat sebentar.. " setelah itu dia memiringkan kepalanya dan menyenderkan nya ke arahku.. aku sadar dia sedang sekarat sekarang..
" Rans.. kami butuh kamu disini " ucapku lewat Radio..
" .... "
" Rans? " ucapku lagi.
".
Sepertinya mereka lupa untuk memasang chanel di radio.. Ayse dan yang lain pun belum aku beri tahu..
Ugh.. sepertinya aku takkan bisa maju lebih dari ini..
Subscribe to email feed





