( Shazas Story)
Gudang senjata? Bukannya itu sudah di hancurkan oleh free-rebels kemarin lusa? Apa masih ada gudang senjata yang lain?
Dari pada aku bertanya kepada teman-teman, lebih baik aku mengikuti mereka saja dari belakang.. aku melewati gudang senjata yang habis di serang itu, sudah ada 1-2 orang yang sedang memperbaikinya.. tapi aku baru tahu ada 2 gudang senjata disini.. ya sudahlah , lagipula aku anak baru di CT-Force ini..
Cukup jauh juga letak gudang senjata ini, mungkin ini ruangan paling ujung di Sentry Base.. rasa lelah ku hilang ketika masuk ke ruangan itu.. Waw ! Ruangan ini seperti aula penuh senjata ! Rak besi yang berjejer penuh senjata ini juga ikut mengagetkanku.. Ayse dan yang lain-lainnnya tampak sedang sibuk mengurusi perlengkapannnya masing-masing, Ayse sedang memilih P90, Cool sedang memoles Kriss.S.V nya, Rensen dan Lenneth asyik memilih Kevlar yang cocok untuknya, Rans mencari tas yang pas untuk membawa bahan kimianya .. Satyr dan Troyas sedang memasukkan senjata ke rompi nya masing-masing.. tapi tampaknya yang paling lengkap itu Cynn, dia memakai Kevlar yang cukup tebal, Helm dengan Track C5,penutup mulut, 2 D-Eagle Emas di pundaknya , 2 D-Eagle Perak di pinggangnya , dan 2 D-Eagle putih di betisnya.. lalu dengan sepatu boot bertali yang cukup sangar .. rompinya itu terlihat dengan jelas peluru cadangan yang menumpuk banyak sekali
Hmm.. aku pun tak mau ketinggalan.. aku mencari M4A1 yang berukuran standar tanpa di tambahkan apa-apa.. aku mengambilnya dan mengambil beberapa cadangan peluru.. setelah itu aku menuju tempat pistol.. aku mencari pistol Night Hawk.. ada tidak ya? Aku kesulitan mencarinya karena pistol disini banyak sekali.. Ada ! pistol putih yang cantik ini merupakan impianku agar aku bisa memakainya ! aku menaruhnya di pinggang.. lalu aku ke rak yang berisikan peralatan perlindungan, entah helm,Kevlar, bahkan Tactical shield.. aku mengambil Helm yang standar saja agar aku bisa melihat bebas dan kepalaku tidak berat.. tapi untuk Kevlar aku mengambil yang paling tebal, meskipun berat dan agak menghambat pergerakanku, tapi yang penting aku aman dari tembakan yang tidak terduga nanti..
Setelah hampir 1 jam kita bersiap-siap, kami pun akhirnya berangkat dengan bus yang tidak mencolok , tapi tertutup agar tidak ketahuan oleh Free-Rebels dalam perjalanan..
Bus ini ber-AC, dari luar tampak seperti bus pariwisata biasa.. hanya terdapat 2 kursi di tiap sisi.. aku duduk di samping Ayse.. dan duduk di bagian paling depan..
Spesifikasi Perlengkapan Tiap orang :
Ayse : Weapon : P90
: Secondary Weapon : D-Eagle
: Protection : Kevlar Standart , Binocular, Helem Standart
Cool : Weapon : Kriss.S.V
: Secondary Weapon : --
: Protection : Kevlar High , Helem +++, Tactical Shield
Satyr : Weapon : Mp7 GD.
: Secondary Weapon : --
: Protection : Kevlar Medium , Helem ++
Cynn : Weapon : 2 D-Eagle Emas, 2 D-Eagle Perak, 2 D-Eagle Putih.
: Secondary Weapon : -
: Protection : Kevlar High, Helem +++
Rans : Weapon : Chemichal Explosive
: Secondary Weapon : Pistol Colt Sorban
: Protection : hanya memakai baju putih panjang berlengan panjang
Troyas : Weapon : AK SOPMOD
: Secondary Weapon :K5 Standart
: Protection : Kevlar Medium, Helem+++
Shaza : Weapon : MA41
: Secondary Weapon : Night Hawk , MK-23
: Protection : Kevlar +++, Helem Standart
Lenneth : Weapon : ???
: Secondary Weapon : Dual D-Eagle standar
: Protection : Kevlar high , memakai topi hitam biasa serta kaca mata hitam
Rensen : Weapon : P90
: Secondary Weapon : MK-23
: Protection : Helem +++, Kevlar medium
Kevlar standar = pertahanan rendah, berat ringan
Kevlar medium = pertahanan sedang , berat juga sedang
Kevlar high = pertahanan tinggi , berat sangat berat!
Helm + = Pertahanan rendah , berat ringan , pandangan luas
Helm ++ = Pertahanan sedang , berat sedang , pandangan agak terganggu
Helm +++ = Pertahanan tinggi , berat sangat berat ! , pandangan sangat terganggu
Mereka semua membawa masing-masing 1 Smoke Bomb , 1 Flash Bang , dan 1 K-400..
Wuih.. yang bawaannya paling ringan sepertinya paling ringan adalah Lenneth, ia hanya mengenakan Kevlar, topi hitam dan kacamata, serta senapan panjang yang dibalut perban. Aku penasaran jenis senjata itu apa, tampak dari luar sepertinya itu Sniper Rifle, dia duduk sendirian di kursi paling belakang sambil melihat ke arah jendela walaupun kordennya di tutup.
Awalnya aku merasa kasihan padanya dan ingin duduk di sebelahnya, tapi entah kenapa setiap aku ingin menoleh ke arahnya Ayse menatapku dengan tajam.. Haih.. Mind Scan miliknya mengawasiku..
Sudah hampir 2 jam kami melaju dengan bus ini.. beberapa temanku sudah ada yang ketiduran.. Ayse juga sudah tertidur.. tapi Lenneth masih melihat ke arah jendela dengan korden yang di tutup..
Tiba-tiba supir bus ini berhenti.. dan dia berbicara dengan menggunakan Mic
" Perhatian para perwira sekalian.. tujuan kalian sudah sampai.. saya hanya bisa mengantarkan sampai disini saja, sebab kalau di teruskan Free-Rebels bisa mengetahui serangan mendadak ini "
Mendengar suara mic yang cukup kencang itu Ayse dan yang lain lain terbangun dari tidurnya, kami mengecek lagi barang yang perlu di bawa, aku menyingkirkan korden sedikit untuk melihat yang diluar disana..
Ayse mulai berjalan keluar dengan senjata yang di tenteng di tangannya, aku juga turun.. disusul yang lainnya..
Hmm.. daerah ini aman-aman saja, tidak ada tanda teroris sedikitpun..
" memang aman, ini bukan daerah Up Town yang kita tuju "Ucap Ayse.. hhh.. Mind Scan nya benar-benar menjaga ku
Lalu kami semua di tuntun Ayse ke sebuah kereta kecil ( sebenarnya lebih mirip gondola yang di darat ) dengan rel yang kecil sebagai lintasannya, Ayse berbicara ke masinis itu.. percakapannya tak terdengar, tapi kulihat masinis mengangguk.. Ayse menyuruh kami semua agar naik ke kereta itu sebagai kendaraan ke Up Town..
" Ayse, maksud nya apa ini? " Tanya Rensen yang duduk di sampingnya..
" ini satu-satunya kendaraan yang ada di Up Town itu , memang kita bisa ke sana sendiri , akan tetapi perjalanannya cukup lama, dan akan menguras stamina kalian " jelas Ayse..
Mendengar 1 jawaban yang singkat dari Ayse sudah mengisi keheranan kami semua..
*Kretek.. * kretek..
Suara goncangan kereta yang kuno ini mengingatkan masa kecil ku dulu.. haha..
Pandanganku teralih ke sebuah gang sempit.. yang di sisi kiri dan kanannya terdapat kotak kayu.. mencurigakan.. kalau kotak itu sudah di sana sejak lama , pastinya warna kotak itu kusam.. tapi warna kotak ini cerah..
Aku menyuruh masinis berhenti.. jarak kami dari kotak itu cukup jauh, mungkin sekitar 20 meter.. tapi ketika suara kereta ini berhenti.. 2 sosok pria keluar dari kotak itu sambil mengeker kereta kami dengan RPG-7 nya..
Tak lama kemudian mereka menembakkan misil itu dan..
*DUARRRR
Subscribe to email feed





