Wednesday, May 5, 2010

PB Fics Story:The Dispute "Chapter XI Leopard's Mark! "

0 comment (s)
 
Chapter XI.. Leopards Mark !!
( Shazas Story )
Pandanganku hilang mendadak.. badanku terkulai lemas.. kesadaranku hilang.. yang terakhir kurasakan adalah rasa sakit di tangan ini.. entah kenapa luka tusukan pisau itu bisa menjadi seperti ini..
" Shaza !! .. Shaza !! " ucap seseorang yang sepertinya aku kenal persis..
" Rans ! Beri Volt lebih !! "
" Siap.. 1..2..3.. "
*DEG..
" Agh, apa ini? Badanku seperti ada yang mengguncang.. " gumamku dalam hati..
" Siap.. 1..2..3.."
"SHAZAAAAA !!! " "" SHAZAA!!! "
*DEGG
Huah !! setelah mendengar suara teriakan itu.. badan ku seperti datang kembal.. mata segera kubuka dan badan segera kutegapkan..

Lho? Tempat apa ini? Ruangan ini di cat putih.. dengan tirai yang ada di sekelilingku.. dan aku sedang ada di ranjang sambil diselimuti oleh kain tipis.. pakaian kevlar yang kupakai tadi pun sudah tak ada.. yang kupakai sekarang hanya baju seperti baju untuk pasien di rumah sakit..
Lalu aku melihat ke arah depan dan..
" SHAAAZAAAAAAAAAAAA !! " Teriak Ayse sambil memelukku dengan erat.. terlihat tadi ada butiran air mata yang keluar sedikit dari matanya..

Dimana aku? Tempat apa ini ? kulihat sekeliling.. tapi hanya ada tirai yang menghalangiku.. kuliirk Ayse yang sekarang masih memelukku, di sekujur tubuhnya banyak perban yang melilit.. dan seseorang yang memegang alat kejut listrik ada di sampingku.. tapi dia segera membereskan peralatannya setelah aku melihat mata dia..
Aku tak bisa berkata apa-apa.. bagaimana bisa? Tadi aku ada di tengah pertempuran bersama Satyr.. lalu aku kehilangan kesadaran karena tangan ini.. apa itu Cuma mimpi?
Aku melihat ke tangan kanan ku..
*DEGG
Argh.. kepalaku pusing lagi setelah melihat simbol Macan yang berwarna merah di tangan kananku ini.. sebenarnya simbol apa ini? Macan?
Lalu aku teringat oleh Satyr yang lututnya tertembak saat pertempuran tadi..
" Ay.. Ayse.. A.. Aku.. " tanyaku terbata-bata karena aku bingung mau menanyakan hal apa.. sebab banyak hal yang membuat ku heran.. tapi omongan ku segera di potong oleh Ayse.. dan dia melepaskan pelukannya dan sempat menghapus air matanya..
" Stop ! aku tahu kau banyak pertanyaan.. Dimana sekarang Satyr, lalu lambang apa yang di tanganmu itu , dan apa yang terjadi denganmu tadi ! .. sekarang cepat pakai bajumu dan aku akan menjelaskan semuanya kepadamu sambil kita berjalan-jalan ke TKP! " Jelas Ayse sambil memberikan Kaos oblong kepdaku..
" Hei, Kamu.. minumlah obat ini tiap hari agar mengurangi rasa sakit di pundah mu itu " ucap orang yang memegang alat kejut listrik itu tadi , sambil memberikan 1 gelas kecil penuh dengan tablet obat..
Aku kebingungan.. pundak? Aku rasa semenjak pertarungan dari Vacco sampai datangnya free-rebels itu aku tak terluka dalam sama sekali? Karena penasaran aku menyentuh pundakku dan..
" ARGHHH" teriakku kesakitan..
" Aduh , Shaza.. tulang pundak mu itu ada yang retak.. lebih baik jangan di sentuh dulu " ucap orang yang tak kukenal itu..
" ka.. kau tak bilang padaku " ucapku kesakitan..
" Rans bukannya bilang! Aku saja tak tahu ! " ucap Ayse dengan sedikit nada marah..
Hoo.. jadi orang itu namanya Rans..
" Maaf, aku kira dia sudah tahu.. " balas Rans
" Ya sudah, aku akan jalan-jalan dulu dengan Shaza " jawab Ayse singkat..
Lalu Ayse mulai berjalan sambil menarik pundakku , Ha? Pundak?
" ARGH ! AYSE SAKIT !! LEPASIN ! " Teriakku sambil melepaskan cengkraman tangan Ayse dari pundak ku..
" Aduh.. Duh!! Maaf ! Reflek ! hehehe " ucap Ayse dengan santainya..
Fuh, lalu Ayse kembali berjalan dan aku mengikutinya dari belakang.. Yak., kesempatan untuk melihat lagi postur tubuhnya dari belakang.. hehehe.. aku terus mengikuti Ayse dari belakang.. hingga kami sampai di suatu ruangan yang aku tak tahu pasti.. tapi disana ada 3 tirai.. tirai itu sama seperti tempat ku bangun tadi..
" Baiklah.. apa pertanyaanmu? Aku tahu kau banyak pertanyaan yang membuatmu heran.. " tanyanya sambil menjinjitkan badannya..
" Oke. Pertama, tempat apa ini ? " tanyaku singkat..
" ini ruang perawatan bagi perwira yang terluka saat pertempuran " balasnya
" Ke-2.. Dimana Satyr, Cool , Rensen , dan Troyas? "
" Kau.. tidak menanyakan Dood? " tanyanya sambil tersenyum sedikit padaku..
" aku tahu.. dia sudah.. " belum sempat aku selesai berbicara, Ayse menyelak.."
" Ya.. pemakamannya siang nanti.. Jam 1 siang.. aku harap kau bisa datang , Oh ia, tadi kau menanyakan dimana temanmu kan? Nah.. silahkan buka tirai yang di depan mu itu ! " ucap Ayse dengan nada imutnya.. tapi aku tahu ia gunakan itu untuk menutupi kesedihannya..
Karena aku penasaran.. aku segera melangkah ke tirai itu..
*SREEEEK.. suara tirai itu terbuka..
Troyas !! keadaannya tak terlalu parah tapi.. hampir kepalanya di penuhi oleh lilitan perban.. oh iya.. setelah kuingat-ingat.. saat ledakan di gudang senjata itu terjadi, aku tak lihat Troyas.. dimana dia saat kejadian itu?
" Ayse, Troyas.. kenapa dia? " Tanyaku ke Ayse
" dia terkena gegar otak ringan.. dia ditembak tepat di kepalanya.. tapi untung hanya mengenai Helm, dan tidak tembus sampai kepalanya, tapi ia mengalami luka dalam yang lumayan parah.. " jawab Ayse
Lalu aku ke tirai di sebelahku.. tirai nya kubuka dan..
Rensen! Kondisinya cukup parah.. terlihat ada luka bakar ringan yang ada di sekitar tangannya.. tubuhnya disekujuri oleh perban.. tapi tak separah Ayse.. terlihat noda darah di lilitan perban di kepalanya.. sepertinya kepalanya terkena sesuatu yang tajam..
" Rensen.. keadaannya tak terlalu parah.. sampai pintu besi menghantam tepat di kepalanya.. " ucap Ayse yang tak kusadari sudah ada di sampingku..
Ohh.. pintu besi.. Bagaimana bisa? -_- ya sudahlah tak begitu penting..
Pandanganku teralih ke tirai yang terakhir..
Langkah ku percepat untuk kesana.. kubuka tirainya.. dan..
" Leopards Mark.. Sebenarnya.. siapa kau ini , Acid Pool? "
HUAH ! aku sempat kaget ketik melihat Satyr yang sudah duduk di atas ranjang dengan expresi muka yang mengerikan sambil menanyakan kalimat itu..
Master.. Aku ingin berbicara berdua dengan Acid Pool, bisa? Tanya Satyr
" Tentu saja.. Kenapa tidak? " jawab Ayse sambil tersenyum.. lalu setelah itu , ia keluar dari ruangan itu, entah mau kemana..
" Acid Pool, Ikut aku " ucap Satyr sambil memakai sepatu sandal rumah sakit itu..
Aku ingin tahu apa yang terjadi , jadi aku mengikutinya.. sampai pada akhirnya aku sampai di atap gedung ini..
" Acid Pool, perlihatkan simbol macan di tangan kanan mu itu.. " ucap satyr sambil menadangkan tangannya..
Lalu aku memberikan tangan kanannya kepadaku.. lalu ia memperhatikan simbol Macan ini.. tak beberapa lama kemudian.. ia menatap mataku dan berkata..
" Leopards Mark, Simbol Macan yang diukir oleh garis merah.. apakah kau tau arti simbol ini? " tanyanya kepadaku.
" Tidak. Aku tak tahu sama sekali, kukira kau tahu sesuatu, jadi aku menurutimu saat kau berkata ikuti aku tapi sepertinya tidak ya, hahaha " balas ku dengan sedikit tertawa.. kukira ia tahu sesuatu.. ternyata tidak..
" Salah, aku tahu semuanya.. aku tahu persis simbol yang ada di tanganmu , aku tahu persis kejadian saat kau pingsan.. sekarang.. aku mau bertanya.. apakah kau kenal Leopard? " tanyanya lagi.
" Tidak.. aku tak mengenalnya.. " balas ku singkat..
" Hmm, ya.. tak di herankan.. itu untuk melindungi Anak Tunggalnya , jika semua orang tahu bahwa kau adalah putra dari Leopard, maka semua Free-Rebels akan memburu kepala mu " Jawabnya dengan nada dingin..
Ha? Maksudnya? Ayah? Ayahku.. Leopard?
" Ya, Benar.. kau adalah Putra dari Leopard, tak lain , ia adalah seorang Legenda CT-FORCE , dan di kagumi oleh semua perwira disini , sekaligus musuh bebuyutan para Free-Rebels "
Apa? Leopard? Legenda CT-FORCE? Ayahku?

Leave a Reply