"Ha.. Hallo? ucap suara dari telfon itu.. sepertinya dari seorang wanita
" Siapa ini?balasku..
"Oh.. Shaza.. ini aku Ayse.. " jawab Ayse dari telfon itu.. ooh, Ayse.. tapi bagaimana dia bisa tahu nomor telfon ku?
"Ayse? Kenapa kau bisa tahu nomor telfon ini? tanyaku
" Mudah, aku membaca arsip data dirimu.. kau menulis nomor telfon ini kan? "
Oh iya, aku baru ingat kalau saat pengisian formulir untuk masuk ke CT-FORCE aku menulis alamat dan telfon rumah ini
" Iya sih.. memang ada apa kau menghubungiku ?
" Pemimpin mengatakan jadwal pesta nya di ubah menjadi seusai pemakaman Dood, tapi pesta itu sampai larut malam " jawab Ayse..
" Ohh.. baiklah, aku akan bersiap-siap .. sampai jumpa nanti " ucap ku sambil menutup gagang telfon itu..
" Dari siapa itu ? " Tanya ibu dengan muka penasaran..
" dari atasan perwira wanita ku bu.. " balasku
" Ohh.. apakah itu pacar mu? Tanya ibuku dengan senyum kecil sambil meminum secangkir teh hangat yang sudah dari tadi ada di meja itu..
Muka ku tiba-tiba merah.. aku membalas pertanyaan ibuku dengan gugup..
" Ti.. Tidak kok.. hehe
" Apa kata atasan mu itu? " Tanya ibu ku..
" Dia bilang akan ada pesta sampai larut malam setelah pemakaman salah satu perwira yang gugur malam tadi.. pemakamannya akan mulai jam 1 siang nanti.. "
" Oh, kalau begitu sebaiknya kau bersiap-siap sekarang.. lihat.. jam sudah menunjukkan jam 11.45.. kau tidak mau terlambat bukan? ucap ibuku sambil tersenyum ..
senyum nya yang khas.. senyum seorang ibu.. membuat hatiku ini tenang dan gembira.. aku bersumpah.. akan melindungi ibuku sampai ajal untuk tidur selama-lamanya di ranjang miliknya tiba..
kemudian aku berjalan ke kemarku untuk mengganti baju.. ibuku masih di meja sambil meminum teh , tapi tak lama kemudian ia pergi ke dapur sambil menenteng belanjaan miliknya..
sesampai di kamarku.. aku berbaring di tempat tidurku untuk bersantai sementara..huah.. kemarin memang hanya 1 hari.. tapi terasa 1 minggu aku tak kembali ke rumahku ini.. aku memejamkan mataku untuk menikmati rasa-rasa bersantai ini..
*kikukk.. * kikukk.. suara jam dinding burung hantu milik ku berdentang..
Ahh.. sudah jam 12.00.. padahal baru saja aku menikmati rasa damai ini.. segera badan ku gerakkan ke lemari baju untuk mengganti baju.. aku melepas kaos oblong pemberian Ayse ini.. lalu pandangan ku teralih ke arah meja ku.. yang di atasnya terletak foto figura ayahku dan diri ku saat aku umur 4 tahun.. foto itu diambil saat aku ada di taman bermain.. ayahku menggendong ku yang sedang memegang bola voli.. ibuku yang memotret foto itu.. dan hanya itu satu-satunya foto ayah yang aku punya.. kenangan yang indah.. aku ingin mengulang kenangan itu lagi.. pastinya menyenangkan..
*Tok.. * Tok.. " Shaza? Apakah kamu ada disana? suara ketukan dan panggilan ibu ku memecah perhatian ku yang sedang memusat ke foto itu.. lalu aku mendekat ke pintu itu..
" Ya bu.. " Ucap ku singkat
" Bolehkah ibu masuk? " tanya ibuku
" Aku sedang tak berpakaian bu. "
" Oh maaf, Ibu menemukan jas peninggalan almarhum ayahmu, ayahmu mengenakannya saat malam pertama kami kencan.. sepertinya ini lebih cocok bila dikenakan oleh mu, bajunya akan ibu tinggalkan di pintu.. ucap ibuku sambil menggantungg setelan jas itu di gagang pintu.. lalu tak lama kemudian ibuku berjalan menjauh dari kamar ku ini..
Jas ayah yang dikenakan saat kencan dengan ibu? Karena penasaran aku langsung membuka pintu dan mengambil jas itu..
Waw.. bagian jas luarnya hitam.. lalu bagian dalam nya putih.. aku mencoba memakainya dan Pas! Ukurannya pas sekali dengan postur tubuhku.. lalu aku mengganti celana ku dengan celana panjang yang berwarna hitam agar serasi dengan Jas ayahku ini.. lalu aku bersiap-siap.. entah itu membasuh muka.. memakai kaos.. atau memakai parfum.. dan terakhir,aku tak lupa untuk meminum obat yang diberikan Rans
10 Menit telah berlalu.. aku sudah bersiap-siap dengan matang.. lalu aku berpamitan ke ibuku..
" Bu.. aku pergi dulu ya.. " ucap ku sambil menyalimi tangan ibuku
" Ya nak.. hati-hati di jalan.. " balas ibuku dengan penuh senyumm
Setelah meminta ijin dari ibuku.. aku melangkah keluar.. tapi belum sempat aku meraih gagang pintu keluar.. aku merasakan ada sesuatu yang aneh.. sepertinya mendekat dari arah belakang.. semakin dekat.. lalu dengan sigap aku menoleh ke belakang dah menangkap benda yang ada di belakangku..
Hap.. !
Hah? Kunci? Pandanganku teralih ke ibuku yang tampak cengar-cengir..
" Haha.. reflek mu memang bagus nak.. sama seperti ayahmu.. itu adalah kunci mobil CR-Z peninggalan ayahmu dulu.. ibu sudah mengisi penuh bensinnya.. tinggal kau pakai .. ucap ibuku sambil tersenyum..
Haha.. ada-ada saja ibuku ini.. aku mengucapkan terima kasih ke ibuku.. lalu aku langsung melompat ke garasi.. aku sudah tak sabar untuk mencoba hond@ CR-Z hitam yang waktu ku kecil selalu dipakai oleh ayahku untuk jalan-jalan..
Aku sekarang ada di depan garasi.. aku memencet tombol " buka " di garasi.. lalu perlahan pintu garasi itu terbuka dan..
Waaaaw ! CR-Z hitam ini masih tetap seperti yang dulu.. keren ! aku langsung menaiki mobil ini dan menyalakan mesinnya.. dan aku langsung berangkat ke tempat pemakaman bagi para perwira yang gugur.. terlihat ibuku melambai-lambai dari kejauhan sambil tersenyum..
Sambil mengendarai mobil, aku mengutak-atik tape untuk melihat koleksi lagu ayahku.. hmm.. ada ! ada lagu favoritku.. dari High Sch00l Music@l.. Breaking Free.. aku menekan tombol Play dan menyetel volume sampai Max..
Selama perjalanan.. aku menikmati setiap sentuhan ku ke setir mobil ini dan music yang aku setel..
Tak terasa.. sudah setengah jam perjalanan..
Aku sekarang sudah ada di depan pemakaman.. terlihat suasana di sana begitu ramai.. ada bebrapa rangkaian bunga dengan tulisan " turut berduka cita " .. aku memarkir mobil ku dan segera ke tempat makam Dood..
" Acid Pool ! " ucap seseorang yang tampaknya ku kenal dari arah belakang.. lalu aku menoleh ke belakang dan.. ternyata yang memanggil ku itu Rensen.. dia mengenakan gaun hitam yang cukup panjang sampai menutup lututnya , tangannya melambai-lambai ke arahku..
" Oh, Rensen.. ! " ucapku sambil membalas lambaikan tangannya..
Lalu rensen mendekat.. tampaknya ia sedikit kesulitan dengan gaun hitam yang tampak glamour itu ==
Setelah itu, kami berdua berjalan bersama ke makam Dood, wah, orangnya cukup ramai .. sepertinya Dood itu terkenal?
" Rensen , mengapa banyak orang disini? Apa mereka semua turut berduka cita akan Dood? tanyaku
" Tentu saja , Dood itu anak bangsawan yang namanya sudah terkenal sampai manca Negara,dan dia itu putra tunggal, tentu saja orang tuanya sangat sedih.. " ucap Rensen dengan santainya
Hoo.. anak bangsawan.. lalu kami melanjutkan perjalanan .. kami menyusuri jalan setapak di antara makam-makam perwira lain.. kami agak kesulitan untuk berjalan.. karena terlalu ramai disini..
Fuh, Akhirnya kami tiba di makam Dood.. terlihat sudah ada Satyr,Cool,Troyas,Ayse, dan pemimpin yang berbaris rapi sudah ada di samping peti.. kami pun juga ikut berbaris disana.. dan sepertinya kami tidak telat..
"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati Dalam setiap kata pengantar Misa arwah semua orang beriman, dikatakan bahwa Hidup adalah sebuah perjalanan. Ada saatnya kita dilahirkan, ada saatnya kita menjalani dan mengisi kehidupan, dan ada saatnya kita mempersembahkan kembali kehidupan kepada Tuhan. Bersama seluruh orang beriman, hari ini kita berdoa secara khusus bagi keluarga, sanak saudara kita, sahabat, dan kenalan. Bahkan juga, "bagi mereka yang tak punya siapa siapa yang telah mendahului kita, menghadap-Nya. Kita berdoa, oleh karena kita percaya bahwa kematian di dalam iman semua orang beriman, akan menjadi awal kehidupan baru dalam kemuliaan-Nya.. " ucap pendeta yang memimpin proses pemakaman ini..
Isak tangis dari barisan pelayat di depan terdengar jelas.. dan ada 1 wanita yang menangis histeris.. sepertinya itu ibu dari Dood..
Peti dood di angkat.. lalu lagu yang tak ku tahu persis dinyanyikan oleh para pelayat lainnya..
Tak lama kemudian.. peti itu di masukkan ke liang kubur.. ibunda Dood semakin histeris.. sedangkan pria di sampingnya yang sepertinya ayahnya sedang menahan tangisnya.. terlihat pipi Ayse yang kebetulan ada di sampingku terhias oleh butiran air mata yang mengalir dari matanya..
" Dengan ini.. Anak dari Pasutri Stone.. yaitu Nevin Stone.. Teman dan sahabat kita .. yaitu Nevin.. serta Mitra kerja di CT-FORCE yaitu Dood.. telah beristirahat dengan tenang.. dan kembali ke sisi-Nya bersamaan dengan selesainya khotbah dari pendeta ini. Peti Dood sudah menyentuh dasar liang kuburnya.. tak lama kemudian, petugas pemakaman mengubur peti Dood dengan tanah.. Ibu Dood terlihat semakin histeris.. dia berteriak sambil menangis.. mukanya sudah penuh dengan cucuran air matanya.. sementara Ayahnya masih dengan posisi menahan tangis.. tangannya saling memegang tangan satunya dengan erat.. mukanya di kecutkan .. tapi di pipinya juga mengalir butiran airmata.. Ooh.. jadi nama asli Dood itu Nevin.. Nevin Stone..
Setelah beberapa acara.. seperti kata-kata terakhir dari orangtua Nevin.. penyebaran kembang.. penyiraman.. dan lain-lain.. sekitar 2 jam lebih.. akhirnya selesai.. rombongan pelayat ini berbondong-bondong keluar.. Ibu Dood dan ayah Dood masih di sana.. menangisi anaknya yang sekarang sudah tidur tuk selama-lamanya.. rombongan kami pun meninggalkan area itu dan kembali ke pangkalan untuk pengarahan selanjutnya dari pemimpin..
Aku pun bergegas ke tempat parker dimana aku memarkir mobil tadi.. aku buru-buru agar aku bisa cepat keluar.. karena takut terkena macet..
"Shaza ! Tunggu ! Ucap seseorang dari arah belakang.. aku menoleh ke belakang.. dan.. Oh, Ayse..
" Ada apa Ayse? " tanyaku
" Kau mau ke markas kan? Aku ikut dengan mu ya? Dari pada bayar taxi mahal-mahal.. mending numpang sama temen.. hehe tanyanya..
"Bo.. belum sempat aku selesai berbicara, Ayse memotong pembicaraanku
" Okeh.. Boleh kan? Ya sudah .. ayo berangkat! " ucap Ayse dengan nada gembira sambil membuka pintu mobil di posisi depan dan segera masuk..
Dasar.. semenjak pertama kali aku bertemu dia pasti omongan ku di selak terus.. dasar wanita.. aku pun masuk ke mobil dann menyalakan mesin..
"Waw! Mobil baru? Aku tak pernah lihat kau membawa mobil ini ke markas pada hari biasanya! Ucap nya
" Ti.. Tidak.. ini peninggalan almarhum ayahku.. " jawabku
" Ohh.. begitu.. boleh kulihat koleksi music di tape ayahmu ini?
" Tentu saja.. " balasku santai.. lalu dia mulai mengutak atik tape ini..
" hmm.. aku setel satu lagu boleh? Aku penasaran akan lagu ini, belum pernah aku dengar Tanyanya dengan nada yang lucu..
" boleh saja.. balasku singkat
Lalu dia memencet tombol Play dan..
Ah.. yang dia setel adalah lagu favoritku.. Breaking Free..
" Hmm.. lagunya enak juga.. ucapnya..
Tak terasa.. sudah sekitar 20 menit waktu berjalan.. dan sekarang kami sudah sampai di Sentry Base.. aku memarkirkan mobilku.. lalu aku dan Ayse pergi ke Aula untuk menghadiri pesta...
Waaaw.. ini Aula ini seperti panggung pertunjukkan saja.. penontonnya sudah mengisi hampir semua tempat duduk.. terlihat sudah ada teman-temanku sedang bercanda di barisan paling depan.. aku dan Ayse menghampiri mereka..
" Hei! " teriakku ke mereka..
" Wahaii ! " teriak mereka sambil melambaikan tangannya ke arahku..
" Ini pesta apa? Tanya ku ke mereka..
" Ini pesta tiap kali ada perwira yang gugur.. tujuan dari pesta ini agar kami semua tidak terlarut dalam kesedihan.. " ucap Cynn sambil tertawa..
Oh.. jadi ini tujuannya.. memang kalau ada teman kita yang gugur.. pihak yang merasa kehilangan pasti mengalami apa yang dinamakan " drop ".. pikiran kita menjadi tak konsentrasi.. kita selalu terpikir akan teman kita yang sudah tidak ada..
*Nggiinngg .. suara microphone di pasang..
" Perhatian.. Acara musik akan ditunda selama 10 menit.. ada kesalahan teknis disini.. kami berharap anda bisa bersabar sedikit.. suara dari microphone itu..
" Huuuuuuu! Payahhh ! "
" Huuuu ! Kami Mau Musik !! "
Teriak perwira yang ada jauh di belakang kami..
Ayse pergi ke belakang panggung secara tiba-tiba.. aku pun mengikutinya, tapi teman-temanku tidak , mereka masih asik bercanda satu sama lain..
Lalu kami tiba di ruangan .. disana terlihat orang yang memegang buku panjang dengan tangan kanan memegang pulpen.. sepertinya ia adalah event organizer dari pesta ini..
" Permisi , ada apa ini? " Tanya Ayse..
" Ini.. Band yang kita pesan tidak datang jua.. sepertinya mereka kena macet.. " ucap event organizer itu..
" Oh.. apakah tak ada yang menggantikannya? " tanyaku
" Tak ada, kalaupun ada pasti sudah aku sewa untuk itu " balas orang itu..
" Hmm.. bolehkah kami saja yang tampil? " ucap Ayse..
" Ka.. Kami? " tanyaku..
" Ya ! Kau dan Aku ! apa ada masalah? "
" A.. Aku.. " seperti biasa.. belum sempat aku selesai berbicara , Ayse menyelak..
" Baiklah ! sebentar ya ! aku akan cari pianisnya ! " seru Ayse sambil berlari ke arah kursi penonton..
Hhhh.. apa-apaan ini? Aku bahkan sudah tak lama menyanyi ! lagian mana ada pianis yang siap dadakan seperti ini?
Tak lama kemudian.. Ayse kembali dengan seseorang yang memakai gaun hitam yang tampak glamour.. jangan itu
" Komposer Siap ! " seru Rensen.. ternyata yang di bawa Ayse itu Rensen.. Hhhh.. sepertinya akan suram..
" Oke.. Shaza ! Kita nyanyikan lagu kesukaan mu di mobil mu tadi ! Breaking Free ! Oke? " ucap ayse sambil menarik ke ke pinggir panggung..
" Baiklah, tapi apakah kau siap? " tanyaku..
" tenang saja ! yang penting kau siap ! " balasnya dengan nada yang percaya diri..
Kami pun maju ke panggung.. suasana yang ramai sekarang tiba-tiba hening.. tanpa kata pengantar.. Ayse langsung memberi Aba-Aba ke Rensen untuk langsung mulai..
Intro dimainkan oleh Rensen.. persis seperti intro yang kudengar.. lalu latar panggung ini tiba-tiba menjadi biru.. penonton yang RUSUH pun sekarang menjadi diam dan memerhatikan kami ber3..
Shaza:
We're soarin',.. flyin'..
There's not a star in heaven
That we can't reach..
Aku menyanyikan bait pertamaku.. Ayse menatap mataku dengan tajam.. kelihatannya dia gugup sedikit.. aku pun menggerakan tanganku sesuai dengan lirik agar aku tidak demam panggung..
Ayse:
We're trying ..
But we're breaking free
ucap Ayse sambil memegang tanganku..
Shaza:
You know the world can see us ..
In a way that's different than who we are..
aku melangkah ke depan sedikit sambil memegang erat tangan Ayse..
Ayse:
Creating space between us..
'Till we're separate hearts
Setelah menyanyikan bait itu.. dia melepas eratan tanganku..
Both:
But your faith it gives me strength..
Strength to believe..
Kami berjauhan sedikit.. lalu aku mengancang-ancang karena bait berikutnya aku harus menyanykannya dengan nada keras..
Shaza:
We're breakin' free!!
Teriakku sambil mendekat ke Ayse..
Ayse:
We're soarin'
Shaza:
Flyin'
Both:
There's not a star in heaven
That we can't reach
Shaza:
We're trying
Both:
But we're braking free
Shaza:
Oh, we're breakin' free
Ayse:
Ohhhh
Shaza:
Can you feel it building
Like a wave the ocean just can't control
Ayse:
Connected by a feeling
Ohhh, in our very souls
Shaza:
Very souls,
Ooooh,
Both:
Rising 'till it lifts us up
So every one can see
Shaza:
We're breakin' free
Ayse:
We're soarin'
Shaza: Flyin'
Both:
There's not a star in heaven
That we can't reach
Shaza:
We're trying
But're breaking free
Ayse:
Ohhhh runnin'
Shaza:
Climbin'
To get to that place
Both:
To be all that we can be
Shaza:
Now's the time
Both:
We're breaking free
Shaza:
We're breaking free
Ayse:
Ohhh, yeah
Shaza:
More than hope
More than faith
Ayse:
This is true
This is fate
And together
Both:
We see it comin'
Shaza:
More than you
More than me
Ayse:
Not a want, but a need
Both:
Both of us breakin' free
Ayse:
Soarin'
Shaza:
Flyin'
Both:
There's not a star in heaven
That we can't reach
If we're trying
Shaza:
Yeah we're breaking free
Ayse:
Breaking free
Were runnin'
Shaza:
Ohhhh, climbin'
Both:
To get to the place
To be all that we can be
Now's the time
Shaza:
Now's the time
Ayse:
So we're breaking free
Shaza: Ohhh, we're breaking free
Ayse: Ohhhh
Both:
You know the world can see us
In a way that's different than who we are
Subscribe to email feed





