Wednesday, May 5, 2010

PB Fics Story:The Dispute "Chapter XVII.. Up Town! Our Battle Field !!"

0 comment (s)
 
Chapter XVII.. Up Town! Our Battle Field !!
( Shazas Story )
Misil RPG-7 yang di tembakkan oleh kedua pria itu menghampiri kami dan
*DUARRRR.
Suara dan getaran akibat ledakan terasa sampai ke kereta ini.. tapi teman-temanku tampak tenang-tenang saja..
Asap ledakan mengepul dan menghalangi pandangan kami untuk beberapa detik.. kereta ini masih seperti kalanya.. tak ada yang rusak atau lecet sedikitpun.. tapi ..bagaimana mungkin bisa? Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kalau misil itu meluncur langsung ke kereta ini tanpa penghalang sedikitpun ! lho.. bangku di samping Ayse kosong.. perasaan tadi ada yang menempatinya? Aduh aku lupa.. aku melirik ke belakang.. Rans.. Troyas.. Cool.. Satyr..Cynn Lenneth masih ada di tempat duduknya masing-masing..
Asap di depan sudah mulai hilang.. lalu.. oh Rensen ! Rensen berdiri disana sambil melihat ke arah gang yang ada penembak misil itu..
Wogh! Gang sempit yang ada 2 kotak kayu yang berwarna cerah itu berubah menjadi gang yang penuh dengan abu gosong ! lempengan bekas rudal itu terlihat di samping tubuh penembak misil yang sekarang sudah terpapar tak bernyawa.. bajunya bolong-bolong akibat ledakan tadi.. kulitnya sudah hitam karena gosong.. pasti mereka adalah Free-Rebels yang disuruh untuk menghabisi kami..
Tak lama kemudian Rensen naik ke kereta dan duduk di di tempatnya kembai.. teman-temanku menyambutnya dengan tepuk tangan..

Lalu masinis kembali menyalakan mesin dan melanjutkan perjalanan.. kami melewati mayat penembak itu.. wih.. hampir sebagian tubuhnya gosong..
" Waw ! Rensen ! bagaimana caranya kau ada disana? Lalu kenapa rudal yang menuju kita malah berbalik kea rah mereka? " Tanya Rans yang duduknya di depan Rensen..
"Gampang saja.. Saat rudal itu di luncurkan , aku melambatkan waktu.. lalu menuju kesana dan membalik arah rudal itu.. dan berdiri disana.. "ucap Rensen
Ohhh.. jadi seperti itu..
Perjalanan kami berjalan lagi seperti biasanya.. mungkin masih ada rebels yang lainnya..
" Teman-Teman.. bersiaplah.. kita akan sampai sebentar lagi " ucap Ayse sambil berdiri dan menyiapkan senjatanya..
Mendengar hal itu kami semua segera bersiap-siap untuk menghadapi pertempuran di Up Town..
Semua senjata sudah ada di tangan kami.. kereta berhenti di samping Tank yang berwarna hijau.. begitu Ayse turun kami pun mengikutinya.. setelah kami semua turun dari kereta itu.. masinis itu berkata
" semoga berhasil ya ! " ucapnya sambil menancap gas kereta itu..
Ayse melambaikan tangannya ke masinis itu.. lalu dia berjalan ke arah kiri menuju arah gang dengan truk biru muda yang di parkirkan di tengah-tengah jalan itu.. Cool mengawasi bagian belakang.. kami maju dengan posisi 1 garis lurus..
Setelah sampai di depan truk itu, terdapat jalan yang lumayan kosong.. tapi di arah kanan terdapat Truk bensin dan taxi kuning dan tong bensin di sampingnya.. kaca-kaca di kota ini sudah hampir semuanya pecah.. bekas-bekas lubang peluru pun juga Nampak disini.. sepertinya tempat ini bekas kerusuhan Free-Rebels..
" Oke semua.. kemarilah ! aku ingin mengatur strategi lagi ! " ucap ayse sambil mengambil 1 batu yang di jalan yang sepertinya batu kapur
" Begini.. di area ini, ada 3 jalan.. jalan yang di bagian Kiri , Tengah , Kanan.. bagian kiri adalah bagian yang jalannya paling sempit.. aku minta agar Cynn, Troyas, dan Satyr melewati jalan itu.. Troyas kau mengawasi bagian belakang! Satyr kau di tengah! Dan Cynn kau di depan ! gunakan instingmu agar bisa mengetahui keberadaan musuh !..
Untuk bagian tengah.. sangat tidak mungkin bagi kita untuk maju sembarangan, sebab free-rebels pasti sudah menaruh banyak sniper disana. Oleh karena itu! Lenneth kau ku andalkan untuk melindungi kami dari para sniper itu.. Shaza dan Rans kau tinggal disini untuk melindungi Lenneth untuk antisipasi serangan dekat..
Dan bagian kanan adalah bagian yang paling berbahaya, bagian kanan mempunyai celah yang cukup luas, Rebels pun bisa menembak kita dari arah yang tidak kita ketahui.. Rensen.. begitu kau mendengar suara tembakan.. segera lambatkan waktu dan cari arah pelurunya .. Cool ! gunakan tactical shield mu untuk melindungi kita dari tembakan yang tidak terduga !
Bagian kiri dan bagian kanan bertugas untuk menghabisi musuh ! bagian tengah bertugas untuk melindungi kita dari Rebels yang masuk dari gang lain ! mengerti? jelas Ayse..
" Mengerti !! " ucap kami berbarengan..
Wah.. hebatnya.. dia menyusun taktik dengan waktu yang sesingkat ini.. dan taktiknya itupun sangat jelas dan akurat..
" Ayse.. ada sekitar 30 Rebels menunggu kita disana.. dan sesuai perkataanmu, ada Rebels yang menjaga bagian tengah dengan Sniper ucap Lenneth tiba-tiba dengan nada yang dingin sambil mengkantongi teropong yang dia gunakan untuk menganalisa tadi..
" Apa? 30?? Jumlahnya banyak sekali ! " Tanya Cynn dengan nada kaget
" Ya.. dan salah satunya sepertinya seorang Assassin.. sekujur tubuhnya terdapat beberapa Mini-Axe dan Kukri di pinggangnya.. " ucap lenneth kembali..
" Tidak Mungkin !! " Ucap Satyr gemetar..
" hah? Memangnya kau kenal? Tanya ku karena penasaran kenapa tiba-tiba Satyr gemetar mendengar hal itu..
" Itu.. aku tahu orangnya " ucap Satyr.

--- cerita beralih ke ruangan pemimpin dimana pemimpin sedang menulis arsip
" Pemimpinnnn !! " ucap salah satu petugas medis mendobrak pintu pemimpin
" ada apa? Kenapa kau mendobrak pintu? Tanya pemimpin sambil menaruh pulpennya..
" kami telah mendapat hasil visum dari otopsi para rebels " ucap petugas itu sambil menyerahkan dokumen berisikan hasil otopsi
Pemimpin pun membaca.. dan tiba-tiba matanya terbebelalak..
" APA?? TIDAK MUNGKIN !! " ucap pemimpin sambil berdiri karena kaget
" Ya.. semua semua petugas otopsi sempat kaget..
Hecate, Umur diperkiran 23 tahun , seorang Blaster, dan merupakan seorang mantan CT-FORCE tewas karena tembakan Desperado milik Cool..
Dan 20 orang Free-Rebels yang tidak bisa kami otopsi karena DNA mereka sudah terbakar total akibat ledakan dari chemichal blaster milik rans
Dan yang satu lagi yang mengagetkan..
Yaitu tentang otopsi Vacco
---- keadaan kembali saat shaza dan teman-teman berada di Up Town
" Siapa dia? " Tanyaku ke Satyr
" Dia adalah orang yang seharusnya mati karena tembakan ku yang tepat di kepala saat kita bertempur dengannya " balas Satyr
" Apa? Tidak mungkin ! " balasku kaget
" Ya.. Benar.. Assassin itu adalah Vacco.. " ucap Satyr, kami semua kaget mendengar hal itu.. aku pun juga.. aku menyaksikan sendiri lubang yang ada di kepalanya !!

Leave a Reply